Pengukuran kuantitas/volume pekerjaan konstruksi (quantities take off) merupakan suatu proses pengukuran/perhitungan terhadap kuantitas item-item pekerjaan berdasarkan pada gambar atau aktualisasi pekerjaan di lapangan. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal dalam menyusun harga penawaran ataupun penghitungan pembayaran atas pekerjaan yang telah dikerjakan. Standardisasi ini telah dimiliki oleh beberapa negara seperti Inggris, Australia, Selandia Baru, India, Hongkong, Singapura, Malaysia dan beberapa Negara Persemakmuran lainnya dengan nama Standard Method of Measurement (SMM). Secara umum, SMM memberikan keseragaman metoda pengukuran atas kuantitas pekerjaan disetiap negara yang memilikinya dengan tujuan agar tidak terjadi kekeliruan ekspektasi dalam menetapkan kuantitas suatu pekerjaan oleh pihak-pihak yang terlibat di dalam proyek konstruksi. Metode yang dapat digunakan antara lain mengadopsi beberapa SMM dari negara lain merupakan jalan pintas yang dapat ditempuh dan seterusnya melakukan revisi terhadapnya Gagasan ini perlu dikaji dan dipertimbangkan karena sampai saat ini dunia konstruksi Indonesia belum memiliki SMM yang disepakati bersama.
Copyright (c) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta
Dibangun oleh Tim Swakelola PTSS 2009 Univ. Bung Hatta bersama CV. DjamboeWebDesign