Dosen Prodi Arsitektur Universitas Bung Hatta Dr. Jonny Wongso, S.T, M.T mengikuti serangkaian kegiatan seminar "Liveable Historical Cities" , pada tanggal 12 Oktober 2017 di DutchCulture, Amsterdam, Belanda.

Kota bersejarah di seluruh dunia menghadapi beberapa tantangan, antara lain: perkembangan kota, meningkatnya kepadatan penduduk, polusi, perubahan sosial, budaya,  wisata, dan itu hanyalah beberapa tantangan diantara tantangan berat lainnya. Dalam seminar ini bagaimana upaya yang dilakukan untuk membuat kota menjadi tempat yang lebih baik untuk ditempati.

Prodi Arsitektur Universitas Bung Hatta, bersama Hokkaido University, Tohoku Institute of Technology dan Kindai University mengadakan workshop Urban Lanscape and Heritage of Padang pada tanggal 10-11 Agustus 2017 di Universitas Bung Hatta, Padang.

  

 

Oleh Desy Aryanti, S.T., M.A

Pendekatan dan metode dakwah yang tepat adalah salah satu alasan mudah diterimanya keberadaan Syekh Burhanuddin oleh semua lapisan masyarakat yang kemudian meninggalkan pengaruh dan kesan yang luas dalam masyarakat Minangkabau. Kuatnya dukungan kaum adat dan pemuka masyarakat terhadap misi keislaman yang ditebarkan Syekh Burhanuddin ditunjukkan oleh kesediaan mereka memberikan lahan untuk membangun surau dan sekaligus bekerjasama dalam mendirikan surau-surau tersebut.

Atas prakarsa Idris Majolelo berdirilah Surau Pertama yang berfungsi sebagai tempat penyiaran agama (dakwah), belajar kitab, dan juga pengajian anak-anak Tanjung Medan Ulakan. Seiring dengan itu, kemudian disetiap jorong berdiri surau-surau sebagai tempat pengajian anak-anak, orang dewasa, dan tempat ibadah. Begitu juga di pusat Nagari didirikan masjid.